Kamis, 20 Juni 2013

The Perks of Being a Wallflower

“It's just that I don't want to be somebody's crush. If somebody likes me, I want them to like the real me, not what they think I am. And I don't want them to carry it around inside. I want them to show me, so I can feel it too.” 
― Stephen ChboskyThe Perks of Being a Wallflower

Emma Watson >_<
Berasa di tampooool waktu dengar kata ini (T_T). Itu adalah quote favoritku dari Sam (Emma Watson) di film The Perks of Being Wallflower. Ya, pagi ini memang kulewatkan dengan menonton film The Perks of Being a Wallflower. Film yang dibintangi oleh Logan Lerman, Emma Watson dan Ezra Miller merupakan film yang diadaptasi dari novel karangan Stephen Chbosky dengan judul yang sama. Untuk full cast dan ratingnya monggo dicek di mari, bukan film baru memang film ini telah rilis tahun 2012 kemarin.

Aku menonton film ini tanpa rekomendasi, review maupun saran dari siapapun pure blank bout this film, but i love it (eh, tertarik sama aktingnya Emma Watson setelah di HP dink). I love when the film touching me couse i know nothing bout it. Berasa dibodohi film? Hahaha, maybe that's right. Anyway, buatku menonton film yang sama sekali tidak diketahui informasinya itu memberikan sensasi yang berbeda, ada rasa penasaran dan lebih tulus dalam menyelami alur ceritanya. Ciiiiee...ngeles. Bilang aja lagi bosen :P


Film ini berkisah mengenai seorang remaja bernama Charlie yang tidak PD untuk menghadapi masa - masa SMAnya. Untuk mencurahkan kegalauannya itu, dia menulis surat untuk anymous reader, baik itu mengenai permulaan memasuki SMAnya, gurunya, hubungan asmara kakaknya, serta teman - temannya. Charlie sendiri adalah murid yang cukup pintar, kepintarannya ini juga menarik minat guru Bahasa Inggrisnya, Mr. Anderson yang rajin memberikan buku - buku untuk direview (atau diresume?) olehnya.

Charlie yang tengah kesepian tanpa teman, akhirnya memberanikan dirinya untuk menjalin persahabatan dengan Patrick, (Ezra Miller) yang menjadi sahabat pertamanya di SMA sekaligus juga seniornya. Berkenalan dengan Patrick juga membuat Charlie mengenal sosok Sam (Emma Watson), seniornya sekaligus merupakan saudara tiri Patrick, Mary Elizabeth (Mae Whitman), Alice (Erin Wilhelmi), dll. 

Persahabatan dengan Patrick and the gank itulah yang mendewasakan Charlie. Sahabat, cinta, cemburu, pesta, drugs, first kiss (tidak hanya ini tentunya :P), keberanian dan kebebasan diri walaupun masih disertai dengan bayang - bayang tantenya yang telah meninggal  (apa yang dilakukan si Tante sama Charlie yang aku masih blur~) mewarnai hari - hari Charlie selama di SMA.

Berteman dengan senior tentu juga berarti bahwa Charlie akan "ditinggal" oleh senior - seniornya yang akan lulus terlebih dulu tentunya. Ada satu kutipan yang cukup aku suka juga tentang perpisahan ini,
It's much easier to not know things sometimes. Things change and friends leave. And life doesn't stop for anybody. I wanted to laugh. Or maybe get mad. Or maybe shrug at how strange everybody was, especially me. I think the idea is that every person has to live for his or her own life and then make the choice to share it with other people.
Realisticly tell us bout life, sad but somehow that's so true.

Lanjut sharing foto - fotonya dulu aja ya :) check it out!
Ah, yeah he's a cute wallflower ~
Beda gak sama Hermione? Potong rambut buat ngilangin
karakter Hermione kali ya? Hmmm..So smart!
Charlie to Sam: Aku tidak akan membuatmu terlalu cemburu
Wiiiiw
Finally, he did it!
(adegannya too good to be true ini >_<)


Salah satu quote yang kusuka :) so true
Yap, yap..film yang cukup bagus buatku. Emosinya lengkap mulai dari lucu (Patrick-nya lucu), gregetan, bikin iba, sweet, ada misterinya juga, pokoknya campur - campur. Hehehehe...coba tonton deh bagi yang belum nonton, kalau udah nonton boleh lho share pendapatnya.

That's all for today, and say have a nice day!!
Best Regards :)



2 komentar:

  1. quote yg terakhir itu sptnya aku pernah mendengarnya di tempat lain :/

    BalasHapus
  2. Dimana dimana cing...??
    ayo share...:D

    BalasHapus