(Mungkin) Tuhan sedang ingin mengajakku bercanda.
Melalui orang yang selama beberapa minggu ini
bersemayam di pikiranku, Dia mengajari bahwa kebahagiaan dan kekecewaan bisa
datang bersamaan.
Kau tahu?
Aku senang kamu menghubungiku lagi. Amat senang malah. Di saat pikiranku
dipenuhi tentangmu, kau datang, menyapa dan mengajakku bercanda. Salahkah aku jika aku menikmatinya dan aku sedikit
kecewa ketika kau tidak lagi membalas pesanku?
Bagaimana ini? Tanganku mulai gatal untuk mengetik
“...” dan menyapamu, lagi. Menanyakan keadaanmu, mendengar ceritamu, membagi
bebanku, bercanda denganmu.
Bersandar pada sosokmu,
memandangi kedua matamu, yakinkanku bahwa aku bisa melewati semua ini....
dan semua akan baik-baik saja pada akhirnya.
Ah, sepertinya aku memang masih merindukanmu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar